MENGATASI GEJALA PMS DENGAN TEPAT
Banyak wanita memiliki masalah emosi pada masa PMS (sindrom sebelum menstruasi). Nah sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat, cobalah membatasi faktor-faktor yang membuat Anda stres, dan berusahalah tetap santai selama melewati masa-masa sulit ini.
Kontrol Emosi dan Lakukan Diet
Pertama dan utama, perhatikanlah makanan yang Anda makan. Hindari makanan dengan kadar garam tinggi (yang menyimpan banyak air dalam tubuh) dan kurangi konsumsi teh dan kopi yang dapat membuat Anda mudah marah. Anda juga harus mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
Alkohol dan tembakau juga harus Anda hindari. Pada awalnya, keduanya memang akan membuat Anda merasa santai, namun setelah itu dapat meningkatkan resiko ketidakstabilan emosi. Tidurlah yang cukup dan lakukan latihan fisik secara teratur. Hal itu dapat membantu kita mencegah gejala PMS.
Menurut beberapa dokter, makanan yang kaya akan kalsium, magnesium, dan mangan juga terbukti efektif mengurangi gejala PMS. Dokter juga merekomendasikan untuk meningkatkan asupan zat besi, vitamin B6, dan lemak tak jenuh.
Kegunaan obat
PMS memang mengganggu, namun itu bukanlah penyakit serius. Penggunaan obat benar-benar harus dipertimbangkan, karena dalam gaya hidup sehat, penggunaan obat untuk mengatasi masalah PMS belum bisa ditoleransi.
Pil kontrasepsi sering disarankan untuk memblokir siklus ovulasi. Progestin yang terkandung di dalam pil KB dapat mengurangi gejala sindrom pramenstruasi, yang dapat membantu Anda untuk cepat tidur.
Obat lainnya (anxiolytics) dapat digunakan untuk mengatasi gangguan psikologis terkait gangguan sindrom pramenstruasi. Obat-obat itu dapat digunakan dalam dosis kecil selama beberapa hari setiap bulannya, pada paruh kedua siklus menstruasi.
Mungkin Anda perlu mengurangi timbulnya konstipasi pada hari-hari sebelum periode. Jika Anda merasa sakit, mungkin Anda akan dianjurkan mengonsumsi analgesik (obat penghilang rasa sakit) atau obat anti-inflamasi.
Diuretik mungkin dapat membantu Anda mengurangi rasa berat pada bagian kaki, dan sebaiknya kenakan celana yang ketat untuk mendukung obat tersebut.
Terapi-terapi alternatif seperti phytotherapy, homeopati, atau akupunktur, mungkin dapat membantu Anda mengatasi masalah-masalah PMS.
Kontrol Emosi dan Lakukan Diet
Pertama dan utama, perhatikanlah makanan yang Anda makan. Hindari makanan dengan kadar garam tinggi (yang menyimpan banyak air dalam tubuh) dan kurangi konsumsi teh dan kopi yang dapat membuat Anda mudah marah. Anda juga harus mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
Alkohol dan tembakau juga harus Anda hindari. Pada awalnya, keduanya memang akan membuat Anda merasa santai, namun setelah itu dapat meningkatkan resiko ketidakstabilan emosi. Tidurlah yang cukup dan lakukan latihan fisik secara teratur. Hal itu dapat membantu kita mencegah gejala PMS.
Menurut beberapa dokter, makanan yang kaya akan kalsium, magnesium, dan mangan juga terbukti efektif mengurangi gejala PMS. Dokter juga merekomendasikan untuk meningkatkan asupan zat besi, vitamin B6, dan lemak tak jenuh.
Kegunaan obat
PMS memang mengganggu, namun itu bukanlah penyakit serius. Penggunaan obat benar-benar harus dipertimbangkan, karena dalam gaya hidup sehat, penggunaan obat untuk mengatasi masalah PMS belum bisa ditoleransi.
Pil kontrasepsi sering disarankan untuk memblokir siklus ovulasi. Progestin yang terkandung di dalam pil KB dapat mengurangi gejala sindrom pramenstruasi, yang dapat membantu Anda untuk cepat tidur.
Obat lainnya (anxiolytics) dapat digunakan untuk mengatasi gangguan psikologis terkait gangguan sindrom pramenstruasi. Obat-obat itu dapat digunakan dalam dosis kecil selama beberapa hari setiap bulannya, pada paruh kedua siklus menstruasi.
Mungkin Anda perlu mengurangi timbulnya konstipasi pada hari-hari sebelum periode. Jika Anda merasa sakit, mungkin Anda akan dianjurkan mengonsumsi analgesik (obat penghilang rasa sakit) atau obat anti-inflamasi.
Diuretik mungkin dapat membantu Anda mengurangi rasa berat pada bagian kaki, dan sebaiknya kenakan celana yang ketat untuk mendukung obat tersebut.
Terapi-terapi alternatif seperti phytotherapy, homeopati, atau akupunktur, mungkin dapat membantu Anda mengatasi masalah-masalah PMS.

Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba),
masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di
kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan.
Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai
sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa,
serta teh herbal.
Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga
yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat,
silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang
langsung ke tempat kami.








