RUMAH TERKECIL DI DUNIA
Hingga saat ini, gelar rumah terkecil seluas 250 – 350 meter persegi disandang oleh Walikota Bloomberg dengan rumah mikro kota New York – nya. Namun, gelar ini segera digeser seorang arsitek asal Berlin, Jerman. Bayangkan, arsitek asal Berlin ini mampu membuat konsep rumah seluas 1 meter persegi. Penasaran? Ayo simak terus artikel di bawah ini.
Sebuah rumah seluas 1 meter persegi diakui sebagai rumah terkecil di dunia. Arsitek yang berhasil membuatnya adalah Van Bo Le-Mentzel. Rumah ini dijuluki dengan sebutan “One-Sqm-House” (rumah satu meter persegi). Rumah terkecil ini hanya memiliki satu pintu, jendela, dan kursi.


Walaupun ukurannya sangat kecil, tapi rumah ini bisa dipakai untuk tidur loh. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengganti posisi rumah karena strukturnya sendiri dibuat agar dapat berubah menjadi kasur.

Rumah ini juga mudah untuk dibawa kemana – mana karena kakinya memiliki roda. Beratnya pun kurang dari 90 pound (45 kilogram). Dengan ukuran sekecil ini, rumah ini bisa dibawa melewati sebuah pintu, lift, dan bahkan kereta bawah tanah di Berlin!

Le-Mentzel, sang arsitek rumah mungil ini mengaku bahwa ia mendapat inspirasi membangun rumah ini dari mimpinya. Le-Mentzel mengatakan bahwa ia bermimpi mempunyai sebuah rumah yang bisa dibawa ke mana saja. Biaya pembuatan rumah terkecil ini seharga 300 dolar (3 juta rupiah). Pembuatan rumah terkecil ini disponsori oleh Laboratorium BMW Guggenheim.(Yahoo/Flickr/rei)


Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba),
masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di
kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan.
Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai
sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa,
serta teh herbal.
Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga
yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat,
silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang
langsung ke tempat kami.










